Kamis, 05 November 2009

Investor Asing Antre Beli Surat Utang Indonesia

Investor Asing Antre Beli Surat Utang Indonesia
Herdaru Purnomo - detikFinance


Foto: Reuters
Jakarta - Rendahnya suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) yang hanya sebesar nol hingga 0,25% memicu investor asing untuk melepas dolar dan mengalihkan investasinya ke obligasi Indonesia. Sehingga terjadi peningkatan kepemilikan asing dalam Surat Utang Negara (SUN).

Demikian dikatakan oleh Direktur Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis malam (5/11/2009).

"Peningkatan (kepemilikan) asing karena mereka melakukan US carry trade. Sekarang bunga The Fed almost zero, sehingga Investor asing antre untuk masuk ke SUN domestik," ujarnya.

Carry trade merupakan perilaku investor yang mencari pinjaman dari negara dengan suku bunga rendah seperti Jepang dan Amerika Serikat, dan kemudian diinvestasikan kedalam mata uang yang memberi imbal hasil lebih tinggi seperti rupiah, ringgit dan peso.

Seperti diketahui, sepanjang bulan Oktober 2009, pembelian Surat Utang Negara (SUN) oleh investor asing naik 300% dari Rp 2,1 triliun di September 2009 menjadi Rp 8,4 triliun di Oktober 2009.

Selain itu, investor juga mulai melakukan diversifikasi investasinya karena kemungkinan penurunan suku bunga bank pada pertengahan November nanti.

"Mereka (investor) mencari alternatif (investasi) dengan tenor lebih panjang yang akan sesuai dengan aset lialibilitis mereka," jelasnya.

Ia menambahkan, fenomena ini adalah hal yang wajar. Selama ini, sambungnya, investor jangka panjang baik dari asing maupun lokal seperti dana pensiun dan asuransi banyak yang melakukan penawaran dalam lelang SUN yang diselenggarakan pemerintah.

"Mereka (investor) mencari return yang tinggi bukan berarti yield kita terlalu tinggi. Mereka mencari tenor panjang yang cocok dengan aset lialibilities sesuai dengan target return yang dipatok," tegasnya.

Sebenarnya, kata Rahmat, jika dihitung, return SUN lebih rendah daripada deposito.

"Dibandingkan dengan tenor sama, deposito sekarang bunganya satu tahun 7 persen. Nah, kalau dilihat obligasi yang satu tahun yieldnya tinggal 5,9 persen," katanya.

Jadi, sambungnya, meskipun tenornya panjang, yield deposito lebih murah.




(dru/qom)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk
X

Baca juga :

Menebak Air Mata Susno

Menebak Air Mata Susno
Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Kabareskrim yang mundur sementara, Komjen Pol Susno Duadji menangis. Di hadapan jutaan mata rakyat Indonesia, pria yang selama beberapa bulan terakhir ini menjadi pusat cercaan ini akhirnya menunjukkan sisi manusianya, menitikkan air mata. Polisi juga manusia.

Drama menangisnya Susno ini terjadi saat Mabes Polri yang diwakili langsung oleh Kapolri dan jajarannya, termasuk Susno sedang mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2009) malam hingga Jumat (6/11/2009) dini hari. Susno paling menjadi pusat perhatian.

Hampir semua anggota Dewan mempertanyakan dugaan penyuapan Rp 10 miliar yang disangkakan kepadanya sesuai dengan rekaman yang diduga beriri upaya kriminalisasi KPK. Bahkan, perwakilan dari Fraksi PKS meminta kepada Susno untuk bersumpah jika benar-benar tidak menerima suap.

Menjawab tantangan tersebut, Susno tidak gentar. Pria berkacamata ini pun mengucapkan asma Tuhan untuk menyatakan bahwa dirinya tidak menerima uang Rp 10 miliar terkait dengan kasus Bank Century.

"Sebagai seorang muslim, lillahi taala, saya tidak pernah mendapatkan Rp 10 M dari siapa pun terkait dengan kasus Bank Century," sumpah Susno sambil
mengangkat tangan kanannya ke atas.

Susno tampak lantang memberi pernyataan. Sedikit pun tidak ada rasa grogi dari raut mukanya. Saat hadir, dia tidak mengenakan baju seragam kebesaran Polri. Susno Cuma mengenakan jas warna abu-abu dipadu dengan dasi warna merah.

Suasana hening sangat terasa saat Susno memberikan klarifikasi. Para anggota dewan dan kepolisian pun tampak mendengar dengan seksama penjelasan Susno.

Susno mengaku, selama menjadi 'target utama' dalam kasus yang memeras perhatian publik ini, keluarganya merasa malu. Bahkan istrinya malu untuk cuma sekadar keluar rumah lantaran suaminya diduga menerima uang Rp 10 miliar.

Sehingga, forum semalam dan dini hari tadi dijadikan Susno sebagai sarana untuk klarifikasi serta bantahan dirinya atas dugaan yang menjeratnya. Di akhir sambutan, Susno pun tak mampu membendung air matanya. Di balik matanya
yang sipit, butiran-butiran air mata serta matanya yang terlihat memerah tertangkap kamera televisi yang menyiarkannya secara live.

Apakah itu air mata 'buaya'? Entahlah. Namun yang jelas publik mendapatkan suguhan lain dari citra yang selama ini melekat padanya.

Tak Cuma menangis sedih, Susno juga menyatakan bahwa tak selamanya sesuatu yang menjadi kepercayaan dan keyakinan banyak orang adalah selalu benar. Dia mengumpamakan ribuan tahun lalu, di mana keyakinan masyarakat pada waktu itu meyakini bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Namun, belakangan, sesuai dengan fakta ilmiah, ternyata bumi lah yang mengelilingi matahari.

Kalau ditelusuri, yang Susno ceritakan adalah kisah ilmuwan legendaris , Galileo Galilei yang harus menerima hukuman pancung dari gereja lantaran bersikukuh berpendapat bahwa bumi itu berbentuk bulat dan mengelilingi matahari.

Jadi, 'tangisan buaya' kah yang Susno suguhkan tadi malam? Hanya dia dan Tuhan yang tahu. (anw/irw)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (65 Komentar)

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com